Wednesday, November 11, 2009

Tersenyum Lebih Baek Daripada Menangis


Sori sebelumnya, karya gw gak mengarahke arah puisi atau cerpen. Ini lebih ke arah gimana lo memandang hidup lo itu sendiri, so sorry yak kalo gak sinkron....

Ini tulisan sebenernya terinspirasi dari temen gw yang abis kena musibah. Orang yang disayang dipanggil sama Sang Esa tepat di pagi hari. Seseorang yang dipanggil itu menderita penyakit yang udah gak bisa diselametin lagi, tapi nurut gw keputusan Sang Esa untuk manggil beliau ke surga udah tepat, gw yakin banget Sang Esa gak mau liat hambanya kesiksa batin dan raga di dunia.

Mungkin bagi beberapa orang, rasanya gak adil kalo orang baek dan kita sayangin harus dipanggil dengan cepat olehNya, tapi yah itulah hidup. Kita gak bakal tau kapan bunga sakura bakal jatoh dari dahannya, yang kita tau batang pohon sakura lebih kuat dari dahannya. Gw salut sama temen gw ni, dia masih bisa bercanda kaya biasanya dan wajahnya juga masih ada senyuman yang manis, walaupun matanya sedikit lebam sih. Gw belajar ketegaran dari sahabat ni. “Saat kita udah siap untuk mengasihi dan mencintai seseorang, berarti kita udah harus siap untuk kehilangan dia”, kata Umi Fatir, Guru SMA Sugar Group. Ketika kita udah siap nerima sama apa yang bakal terjadi sama diri kita, otomatis kita udah nyimpen amunisi yang gak terbatas yang siap kita tembakin ke pikiran dan perasaan kita yang udah kalut, tergantung sama ketajaman dan keinginan kita aja. Steve Jobs, CEO Apple bilang,“Tidak ada orang yang ingin mati, bahkan orang mau ke surga harus melewati kematian dulu. Dan memang kematian adalah nasib yang harus kita alami. Gak ada yang bisa lari dari kematian. Kematian emang harus diterima seperti apa adanya, karena kematian adalah penemuan hidup yang paling baik.” Hebat gak tuh kata-katanya, berarti bisa disimpulin kalo Steve udah sedia amunisi yang banyak banget kalo kematian mendatanginya.

Jadi buat lo semua, gak perlu nangis kalo ada orang yang emang lo sayang itu tiba-tiba harus pergi untuk selamanya, karena sebenernya jalan lo untuk nangis itu gak tepat, yang tepat adalah ucapan doa dan senyuman padanya (inget!! senyum bukan ketawa!!!). Dari apa yang gw tulis, mudah-mudahan lo pada bisa belajar dari sebuah kata, yaitu kematian. Lo senyum, berarti lo percaya kalo orang tersayang yang udah ninggalin lo juga tersenyum sama lo.

Tuesday, November 10, 2009

kisah sang surya menunggu bidadari

dulu ku begitu mengagumimu..
kau orang yang menceriakan hari-hari ku..
saat bersamamu,, ku bagaikan melihat seorang bidadari tersenyum kepadaku..
ingin ku melindungimu,, tetapi kau menolak diriku..

kini kau telah berubah..
tak ada lagi bidadari dan keceriaan..
bidadari itu pun tak membawa lagi keajaiban..
semua telah musnah,,hilang tanpa jejak,, terkubur di dalam perut bumi..

sang surya bersedih,,dan tak menunjukkan sinarnya lagi..
pagi berganti malam,, terang berganti gelap,,
tak ada harapan tak ada keajaiban..
tetapi sang surya MASIH berharap datangnya sebuah keajaiban..
MENUNGGU sang bidadari datang memberikan keceriaan dan senyuman

sang surya MASIH berharap bidadari tersebut bersedia menemani dirinya..
menyinari dunia
hingga akhir masa.....

saat ego bertemu sang waktu

selama ini ku selalu membantu orang-orang d sekitarku
tapi kini adalah saat d mana ego akan melahapku..
ku tak pernah tahu siapa diriku..
hidup selalu berputar seiring dengan berjalannya waktu..

pagi berganti malam
hati pun berubah menjadi kelam
akankah ku menjadi manusia baru??
yang tak peduli lagi dengan semua d sekitar ku..

ku terjebak d dalam sang waktu
yang selalu mengikatku d masa itu bersamamu
d mana saat itu terukir sebuah kisah antara diriku dan kamu
kejadian tersebut sungguh membuat ku tersipu malu..

namun kini kau telah meruasak anganku..
wtf!! dengan orang d sekelilingku..
ku hanya mencoba untuk menyayangi diri ku
ku bukan lagi seperti yang dulu
hujan pun membantu sang waktu untuk merubah ku,,menyapu bersih isi hatiku...
semua kebaikan itu telah punah di makan sang waktu dan berganti menjadi ego d dalam hatiku..




Sejuta Tanya

ku menjalani hari demi hari hanya untuk meyakini bahwa hidup memiliki sebuah arti..
kadang ku lelah menjalani hidup dikala cobaan datang silih berganti
tetapi ku tahu hidup tak hanya sampai di sini
ku selalu bersabar menanti sampai hati ini bisa menari..
di saat hati ini menari ku merasa hidup begitu berarti
namun ku selalu bertanya d dalam hati apakah ini hidup yang ku cari??

cinta bukanlah sesuatu yang bisa ku definisikan
karena ku yakin cinta ada untuk d rasakan
ku merasa bahagia di kala cinta datang menjelang
tetapi ku merasa menderita di kala cinta menghilang
apakah cinta seperti hantu yang datang dan pergi tanpa pernah bilang??

teman adalah seseorang yang selalu ada untukmu
di saat menderita kau memiliki orang untuk menemanimu..
di saat bahagia kau memiliki orang untuk dijamu..
tetapi apakah teman mengerti apa isi hati ku??


tahu kah kalian wahai hidup,cinta dan teman,, bahwa hidup ku merapuh d balik senyumku??

renungkan dalam hati,mungkin saja engkau sedang membaca isi hati mu.....